Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Saya sudah meminta bantuan pada pak Presiden Joko Widodo untuk perbaikan jalan menuju Kedung Ombo ketika ada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu. Soalnya, perbaikan jalan butuh dana besar sehingga saya minta bantuan pusat. Nanti, pihak Kementerian PUPR yang akan menangani,” jelasnya, Rabu (17/5/2017).

Perbaikan jalan yang diminta mulai dari pertigaan Desa Monggot, Kecamatan Geyer hingga menuju pintu masuk obyek wisata. Namun, ada kemungkinan, perbaikan disambungkan hingga masuk ruas jalan yang masuk wilayah Kabupaten Boyolali.

“Anggarannya besar karena ruas jalannya lebih dari 10 km. Kalau tidak salah, akan disiapkan dana sekitar Rp 40 miliar,” katanya.

Selain menuju WKO, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen, Solo dan Boyolali. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini karena menghindari macet panjang.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan WKO sekitar tahun 1991. Sampai saat ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono menambahkan, sampai saat ini status jalan tersebut belum ada kejelasan. Sehingga pihaknya tidak bisa mengucurkan dana perbaikan karena status jalan bukan milik kabupaten.“Jalan itu dulunya adalah kawasan hutan. Setelah ada pembangunan waduk, lahan itu dibuat jadi jalan inspeksi,” jelasnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News