Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelaksanaan rakor dibuka dan dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula Sekretaris Daerah Moh Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua KP3 Grobogan. Hadir pula para anggota KP3 hingga level kecematan. Tampak pula, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha, perwakilan dari Disperindag, bagian perekonomian, penyuluh, produsen dan distributor pupuk.

Jumlah penerima kartu tani keseluruhan ada 170.892 petani. Sampai akhir April sudah tersalurkan 163.204 kartu tani.

Sebagian besar penerima masih banyak yang belum bisa menggunakan kartu tani untuk penebusan pupuk. Penyebabnya, ada yang terkendala sambungan internet. Kemudian, belum diaktivasinya kartu tani sehingga tidak bisa digunakan transaksi. Selain itu, banyak yang tidak bisa mengoperasikan kartu pada alat gesek elektronik.

Terkait dengan kondisi di lapangan, Bupati Sri Sumarni meminta agar untuk sementara, petani yang sudah punya kartu tani masih bisa menebus secara tunai seperti sebelumnya. Nanti, jatah pupuk petani harus dicatat sehingga datanya jelas.

“Jadi, sambil jalan, bisa pakai penebusan seperti biasa dulu. Nanti pengecer wajib mencatat transaksinya untuk dilaporkan ke dinas pertanian dan admin kartu tani,” katanya.Menurut Sri, penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi merupakan sebuah kebijakan baru. Jadi, memang butuh waktu bagi para petani untuk bisa menggunakan kartu tani yang pengoperasiannya berbasis teknologi tersebut.Solusi lain yang perlu dilakukan adalah menyiapkan kecamatan untuk dijadikan pilot project penyaluran pupuk dengan kartu tani. Dengan adanya desa pilot project maka akan memudahkan untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi dalam penggunaan kartu tani. Disamping itu, petani kecamatan lainnya juga lebih mudah jika ingin melihat seperti apa proses penebusan pupuk dengan menggunakan kartu tani.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler