Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Acara penyerahan SK dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Kepala KPPD Suhadi, Kepala DKK Lely Atasti, dan Asisten III Padmo.

Jumlah bidan PTT keseluruhan di Grobogan ada 237 orang. Dari jumlah ini hanya 221 orang yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017. Hal itu tertuang dalam keputusan Bupati Grobogan Nomor 810/1173/2017.

Dari 221 bidang yang lolos CPNS, hanya 220 yang menerima SK pengangkatan. Sebab, satu orang bidan menyatakan mengundurkan diri.

“Ada satu bidang yang sudah masuk CPNS mundur. Bidang yang mundur dari Puskesmas Kedungjati,” kata Kepala KPPD Suhadi.

Dalam kesempatan itu, Sri meminta para bidan yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017 agar mewaspadai aksi penipuan terkait momen tersebut. Yakni, terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sebelumnya menjanjikan bisa membantu kelulusan dalam seleksi CPNS tersebut.“Kalau ada oknum yang menjajikan bisa membantu kelulusan jadi CPNS, saya pastikan itu penipuan. Jadi, harap waspada jika ada yang modus seperti itu,” tegasnyaSri meminta agar agar pola pikir masyarakat harus diubah dalam pengadaan CPNS tersebut. Masyarakat diminta tidak mudah tertipu dan percaya dengan ulah oknum seperti itu. Sebab, dalam setiap proses pengadaan CPNS dijamin tidak ada pungutan biaya sama sekali.“Tidak ada yang bisa meloloskan dalam seleksi kecuali kemampuan diri sendiri. Jadi, pola pikir seperti itu harus dihilangkan,” cetusnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler