Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi yang didapat menyebutkan, para penumpang mobil bernomor polisi B 1937 USQ ternyata bisa sampai di lokasi kejadian karena sedang ikut rombongan yang mbesan atau ngunduh mantu.

Lokasi mbesan di ada di rumah Wagimin, warga Dusun Ketanggan, Desa Katong. Namun, sebelum sampai di lokasi, mobil tersebut mengalami nasib nahas. Saat mau lewat diperlintasan tanpa palang pintu, kendaraan warna silver itu dihantam kereta dari arah timur hingga akhirnya terseret 700 meter sampai Stasiun Sedadi, Kecamatan Penawangan.

“Lokasi kejadian dengan tempat acara ngunduh mantu sudah dekat. Tinggal beberapa ratus meter lagi,” kata Suwigyo, warga Katong.

Empat orang yang naik mobil Avanza itu bergabung dalam rombongan mbesan dari tetangganya bernama Saifullah. Beberapa hari sebelumnya, sudah dilangsungkan pernikahan putri dari Saifullah bernama Azkia dengan pemuda dari Desa Katong Ahmad Kosim. Prosesi pernikahan dilanjutkan resepsi dilangsungkan di Semarang.

Setelah pesta di Semarang, sesuai tradisi, gantian dari keluarga pihak perempuan bertandang ke rumah keluarga mempelai laki-laki. Dalam istilah Jawa, kegiatan itu dinamakan mbesan atau ngunduh mantu.

“Rombongan yang ikut mbesan ada lima mobil. Selain kerabat ada beberapa tetangga yang saya ajak mbesan ke Grobogan,” jelas Saifullah saat ditemui wartawan di Stasiun Sedadi.Dijelaskan, dalam rombongan tersebut, mobil yang ditumpangi empat tetangganya berada paling belakang. Saat lewat perlintasan, empat kendaraan berhasil melaju dengan aman dan saat itu memang belum terlihat ada kereta.Ketika mobil terakhir hendak menyeberangi rel ke arah Dusun, mendadak muncul kereta dari arah timur yang melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya terjadilah peristiwa tragis tersebut.“Saya sangat sedih dengan adanya musibah ini. Saya tidak menyangka, rombongan yang saya ajak mbesan mengalami musibah,” imbuhnya. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News