Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Jumlah orang yang nyadran tahun ini masih ramai. Banyaknya orang yang nyadran ini sudah terjadi sejak seminggu lalu,” ujar Saputro, warga yang tinggal di dekat Tempat Pemakaman Umum Banyuono, Purwodadi, Kamis (25/5/2017).

Tradisi nyadran tidak hanya dilakukan oleh warga yang tinggal di dekat areal pemakaman itu saja. Mereka yang selama ini sudah merantau jauh dari kampung halaman, ikut menyempatkan diri untuk pulang sekadar untuk menengok makam keluarganya.

”Sesibuk apapun kerjaan, pasti saya sempatkan untuk nyadran ke makam leluhur. Rasanya, kalau belum nyadran kok ada yang kurang,” ujar Fuad Rahmadi, warga Purwodadi yang sekarang jadi pengusaha sukses di Sulawesi itu.

Salah seorang peziarah bahkan sempat mengaku terpaksa harus menyisihkan penghasilannya demi bisa nyadran makam leluhurnya. Menjelang Ramadan, uang yang dimasukkan dalam celengan dibongkar untuk ongkos perjalanan.

“Tahun lalu, saya tidak bisa nyadran karena lagi tidak ada biaya. Sekarang saya bisa pulang untuk nyadran dengan membongkar celengan buat bayar tiket bus,” kata Gunarto yang pulang dari Banten untuk nyadran bersama keluarganya.Tidak hanya di kawasan kota saja yang banyak dijumpai orang nyadran. Tetapi, pemakaman di daerah pedesaan juga ramai peziarah menjelang datangnya bulan suci ini. Bahkan di beberapa desa, prosesi nyadran digelar secara serempak.“Di desa saya biasaya nyadran dilakukan semua warga. Prosesi nyadran sudah dikerjakan dua hari lalu,” kata Kades Nambuhan, Kecamatan Purwodadi Suhadi.Banyaknya warga yang nyadran ke makam leluhur itu sedikit banyak juga memberikan berkah bagi beberapa pihak. Di antaranya, para penjual kembang musiman dan penjaga makam. Sebab sebagian besar peziarah itu dipastikan membawa kembang untuk ditabur di atas pusara.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler