Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Sekitar 2.000 warga yang hadir dalam acara ini. Ini memang sebuah tradisi unik yang terus kita pertahankan,” ungkap Kades Tlogotirto Adi Saputra.

Dijelaskan, tradisi tersebut digelar setahun sekali. Yakni, pada hari Jumat Legi setelah warga melangsungkan panen padi. Tujuannya, untuk memanjatkan puji syukur kapada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan pada warga.

“Acara ini tidak ada kaitannya dengan datangnya momen bulan Ramadan. Kebetulan saja, pelaksanaanya kali ini waktunya mepet puasa,” jelasnya.

Lokasi pesta adat dilangsungkan di empat sendang. Yakni, sendang ngrejeng dan belik di Dusun Ngrejeng. Kemudian, sendang pancuran di Dusun Tawang dan sendang tempon di Dusun Madoh.“Prosesi tradisi sedekahan sudah dimulai sejak subuh sampai siang. Kegiatan kita awali di salah satu punden yang ada disini,” kata Adi.Dalam tradisi tersebut, semua warga sudah membawa bahan makanan dari rumah. Selajutnya, makanan dan lauk ditaruh dalam daun jati dan dibagi-bagikan pada warga. Tidak sedikit pula warga yang memilih makan bersama di lokasi acara.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler