Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selain ditempatkan membentang di jalan kampung, lampion juga dipasang di pohon penduh serta lampu penerangan jalan di depan rumah warga.

Banyaknya lampion warna warni ini membuat sejumlah pengendara yang melintas di kampung Jetis sempat berhenti sejenak, terutama saat malam hari. Selain melihat keindahan, sebagian di antaranya terlihat mengabadikan gemerlapnya lampion lewat kamera handphone.

“Pemandangan lampionnya bagus banget. Warga sini saya rasa cukup kreatif dengan membikin kampungnya penuh hiasan lampion,” cetus Risma, salah seorang warga yang melintas di kampung Jetis, Minggu (28/5/2017) malam.

Jumlah lampion yang terpasang sekitar 150 biji. Model lampion yang dibentangkan di jalan, dipasang di pohon peneduh dan lampu penerangan ternyata tidak sama.

“Untuk lampion yang dirangkai pada lampu penerangan sekitar 32 biji. Model lainnya ada sekitar 120 biji,” kata Satria Apramada, Ketua RT 01 RW 16.

Lampion tersebut dipasang beberapa hari sebelum Ramadan. Rencananya, lampion akan tetap dipasang hingga Agustusan mendatang.

Hiasan lampion di kampungnya baru kali ini diadakan. Ide pembuatannya berawal dari kegiatan piknik ibu-ibu pengurus dasa wisma serta pengurus RT di Taman Pelangi Jogja, beberapa bulan lalu.“Jadi, waktu di Taman Pelangi ternyata banyak lampion. Kemudian, ibu-ibu usul untuk bikin lampion di kampung,” jelasnya.Ide itu kemudian dibicarakan dengan warga saat arisan RT dan mendapat dukungan penuh. Selanjutnya, warga bersama-sama membuat lampion sendiri dari bahan-bahan bekas. Seperti, botol air mineral, sendok plastik dan kemudian dicat dengan aneka warna.“Sekitar tiga minggu kita bikin lampionnya. Setelah dipasang balon lampu, kita pasang rame-rame,” imbuh Satria.Mengingat ada lampunya, dalam pemasangan lampion, pihaknya juga berkoordinasi dengan tenaga ahli dari biro teknik listrik. Tujuannya supaya pemasangan lampion itu aman.“Untuk suplai listriknya tidak diambilkan dari aliran PLN. Tetapi, kita dapat suplai dari tower seluler yang ada di sini,” pungkasnya. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler