Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saking banyaknya, banyak yang menyebut jika jumlah buahnya mencapai seribu biji. Sementara jumlah sisirnya ada puluhan. Tinggi tandan pisangnya hampir mencapai 3 meter. Pohon pisang itu ditanam di depan rumah hampir mepet dengan jalan. Lokasinya, di sebelah utara perempatan jalan menuju kompleks makam Ki Ageng Selo. 

“Pohon pisang ini umurnya sekitar tujuh bulan. Katanya ini jenis pisang seribu,” kata Hisyam.

Bibit pisang itu didapat dari warga Dusun Tanen masih di Desa Selo. Ceritanya, saat itu Hisyam yang hendak pergi ke sawah bersama cucunya melihat ada buah pisang unik di pekarangan warga. Lantaran cucunya tertarik, ia pun akhirnya meminta satu tunas atau anakan pisang tersebut.

“Saya hanya minta satu anakan saja waktu itu. Kemudian saya tanam di depan rumah. Sekarang bentuknya seperti ini,” jelasnya.

Sekitar enam bulan setelah ditanam, pisang itu tumbuh sempurna dan mulai mengeluarkan bunga atau jantung. Makin hari, jantung terus tumbuh menghasilkan pisang. Bertambahnya buah baru berhenti setelah jantung menyentuh tanah.
Setelah itu, pisang yang keluar dari jantung memasuki masa pembesaran. Lalu, sedikit demi sedikit buahnya mulai masak dari bagian pangkal atau atas.“Buah yang matang sudah sempat saya cicipi. Rasanya manis dan agak khas,” terangnya.Tidak lama setelah berbuah, pohon pisang tersebut juga mulai mengeluarkan beberapa anakan. Namun, sebagian anakan sudah diminta peziarah yang datang ke makam Ki Ageng Selo. “Terakhir, ada peziarah dari Lamongan yang menginginkan anakan pisang. Ini, anakannya tinggal beberapa saja dan mau saya tanam sendiri,” sambung Hisyam.Keberadaan pisang unik tersebut juga jadi tempat favorit peziarah maupun remaja setempat. Yakni, lokasi pisang yang tumbuh menjuntai ke tanah itu dijadikan tempat foto bareng atau swafoto.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler