Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kehadiran petani wanita ini tidak sekadar meramaikan germas, tetapi ikut menggendong tangki dan melakukan penyemprotan tanaman padi ke areal sawah.

“Kegiatan germas di Karangsari agak beda dari biasanya. Soalnya, ada belasan petani wanita yang ikut terjun ke lapangan," ungkap Koordinator Pengendailan Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Grobogan Dargo.

Dijelaskan, dalam germas tersebut ada dua kelompok tani yang terlibat. Untuk luasan areal yang ditangani sekitar 48 hektar.

Dalam kegiatan itu, belasan petani wanita sengaja ikut serta. Soalnya, suaminya kebetulan tidak bisa ikut germas karena sedang merantau ke luar kota."Tanaman padi di sawah umurnya sekitar 70 hari. Kondisi tanaman waktunya pengisian buah. Penanganan ini kita lakukan supaya hama wereng bisa terkendali. Kegiatan germas di Karangsari sudah kita lakukan sejak Sabtu kemarin,” tambah Dargo.Selain di Karangsari, dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga melakukan germas di sejumlah tempat. Yakni, di sejumlah desa di Kecamatan Penawangan dan Godong. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler