Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Laporan penemuan fosil akan secepatnya kita tindaklanjuti. Rencananya, hari Senin lusa, kita kirimkan tim ke Banjarejo,” ungkap Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi ketika dihubungi lewat ponselnya, Sabtu (10/6/2017).

Tim yang akan dikirim ke Banjarejo ada 4-5 orang. Salah satu tugas utama tim tersebut adalah melakukan penyelamatan terhadap temuan fosil. Khususnya, pengangkatan fosil yang terpendam di dalam tanah supaya tidak rusak.

Selain kehati-hatian, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengangkatan fosil. Misalnya, peralatan yang perlu disiapkan, dokumen foto posisi fosil sebelum diangkat dari berbagai sudut.

Tidak kalah penting yang perlu dilakukan adalah mencatat data terkait pengangkatan fosil. Seperti, arah mata angin dari posisi fosil yang ditemukan, ukuran kedalaman tanah atau penggalian.

Kemudian, sebelum ditutup lagi lokasi penemuan, perlu diberi tanda dengan plastik atau bahan lainnya pada tempat fosil berada.  Ini penting jika suatu saat dilakukan lagi penggalian untuk memeriksa sampel tanah yang ada di situ. Dengan adanya tanda maka penelitian bisa dilakukan dengan tepat.

“Laporan dari Pak Kades Banjarejo, temuannya kali ini cukup banyak. Oleh sebab itu, kami akan memprioritaskan penyelamatan temuan tersebut,” sambung Sukron.

Seperti diberitakan, potongan bagian tubuh hewan purbakala di Desa Banjarejo itu diperkirakan dari potongan tubuh gajah purba yang usianya sekitar 500 ribu - 1 juta tahun.Fosil tersebut ditemukan di tagalan milik Mbah Rusdi (70), warga yang tinggal di Dusun Kuwojo. Penemuan fosil terjadi secara tidak sengaja pada Kamis (8/6/2017).Ceritanya, pemilik tegalan waktu itu berencana membuat sumur gali untuk menampung air buat persiapan musim kemarau. Saat menggali tanah pada kedalaman 1,5 meter, terlihat ada benda mirip tulang berukuran cukup besar.Penemuan itu selanjutnya dilaporkan pada perangkat desa dan komunitas pecinta fosil Banjarejo. Setelah dicek ke lokasi, benda yang ada dalam galian sumur itu ternyata fosil hewan purba.  Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler