Biar Aman, Fosil Stegodon di Banjarejo Grobogan Diperlakukan Seperti ini Sebelum Diangkat
Dani Agus
Sabtu, 17 Juni 2017 23:30:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, saat ini fosil yang masih ada di lokasi penggalian sedang diperkuat. Caranya, fosil tersebut dilaburi cairan khusus.
“Fungsi cairan sebagai perekat dan memperkuat fosil. Proses pemberian cairan dilakukan oleh anggota komunitas peduli fosil,” jelasnya.
Cairan khusus tersebut diberikan oleh pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Pihak BPSMP sebelumnya juga sudah memberikan pelatihan pada sejumlah anggota komunitas terkait cara menggunakan cairan tersebut pada fosil.
“Pemberian cairan ini tidak hanya sekali saja. Tetapi perlu diulang beberapa kali supaya fosilnya makin keras dan tidak pecah. Fosil yang sudah terlihat dari dalam tanah rentan rusak karena factor cuaca. Jadi harus ada perlakuan khusus agar fosilnya jangan sampai rusak,” sambung Taufik.
Menurut Taufik, sebelum fosil stegodon yang ditemukan diangkat, pihaknya melakukan penjagaan full time di lokasi penemuan. Hal itu dilakukan lantaran lokasi penemuan fosil itu cukup jauh dari pemukiman warga. Yakni berada di tegalan di dataran tinggi yang jaraknya sekitar 500 meter dari perkampungan Dusun Kuwojo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



