Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penutupan dijadwalkan usai Lebaran tepatnya tanggal 19 Juli 2017. Hal itu sesuai dengan pengumuman berbentuk spanduk yang dipasang di perlintasan sebidang tersebut. “Terus terang bakal ditutupnya perlintasan ini bikin resah. Soalnya, ini menjadi akses transportasi vital bagi warga sini. Khususnya, warga di Dusun Ketanggan yang ada di selatan rel,” kata Suharto, warga setempat.

Penutupan perlintasan bukan jadi solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Menurut warga, solusi paling pas adalah membangun palang pintu di perlintasan tersebut. “Sejak dulu, warga sudah mengusulkan agar dibuatkan palang pintu. Tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Pembuatan palang saya kira jadi solusi paling bagus,” imbuh Hartono, warga lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto mengatakan, penutupan tersebut salah satu usulan dari Menteri Perhubungan dalam rapat antar instansi yang digelar di Semarang pada 8 Juni lalu. Pertimbangan penutupan terkait dengan kerawanan kecelakaan. Sebab di lokasi tersebut pandangan pengendara terhalang bangunan.  Kemudian, lokasi tersebut jalur relnya menikung.

Kondisi ini menyebabkan masinis tidak dapat melihat dengan jelas pengendara yang melintas rel. Demikian pula sebaliknya, pengendara juga tidak bisa melihat kereta yang akan melintas dari timur. “Permintaan penutupan perlintasan sebidang ini langsung dari Menhub. Kemarin, tim dari kementerian sudah kesini untuk cek lokasi,” katanya, Kamis (15/6/2017).
Sebelum penutupan, akan dilakukan sosialisasi lebih lanjut dengan warga. Rencana, sosialisasi akan dilakukan pascalebaran sekitar tanggal 5 Juli. “Warga setempat memang keberatan kalau perlintasannya ditutup. Soalnya, itu sudah jadi jalur beraktivitas warga selama puluhan tahun. Kita harapkan nanti ada solusi dalam sosialisasi bersama warga,” jelasnya.  Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler