Klumpukan, Tradisi Makan Bareng Usai Salat Id yang Masih Bertahan di Grobogan
Dani Agus
Minggu, 25 Juni 2017 14:00:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Grobogan - Di tengah derasnya arus globalisasi ternyata masih ada tradisi Lebaran yang masih dipertahankan masyarakat pedesaan di Grobogan. Salah satunya, tradisi makan bareng usai salat id yang dikenal dengan istilah klumpukan. Tradisi ini masih bisa dilihat di pelataran Masjid Miftakhul Abidin di Dusun Glonggong, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.
Makan bareng ini dilangsungkan di pelataran masjid. Menu makannya aneka macam. Ada gudangan, nasi kuning, roti hingga arem-arem.
Lauknya juga sederhana. Tahu, tempe, dan telur goreng atau rebus serta mie.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




