Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MuriaNewsCom, Grobogan - Di tengah derasnya arus globalisasi ternyata masih ada tradisi Lebaran yang masih dipertahankan masyarakat pedesaan di Grobogan. Salah satunya, tradisi makan bareng usai salat id yang dikenal dengan istilah klumpukan. Tradisi ini masih bisa dilihat di pelataran Masjid Miftakhul Abidin di Dusun Glonggong, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.

Makan bareng ini dilangsungkan di pelataran masjid. Menu makannya aneka macam. Ada gudangan, nasi kuning, roti hingga arem-arem. 

Lauknya juga sederhana. Tahu, tempe, dan telur goreng atau rebus serta mie.

Menu makan ini dibawa puluhan anak-anak ke pelataran masjid. Usai salat id, anak-anak ini biasanya langsung pulang lebih dulu untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan dalam wadah.Setelah selesai bersalaman usai salat id, jamaah langsung berkumpul di pelataran. Usai dilantunkan doa, para jamaah langsung makan di pelataran."Tradisi klumpukan ini sudah berlangsung sejak dulu kala. Sampai sekarang masih dipertahankan. Suasananya sangat meriah," kata Nyomo, salah satu takmir masjid setempat, Minggu (25/6/2017).Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler