Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pada malam takbiran, Haryanto beserta istri dan tiga anaknya pulang ke rumah orang tuanya. Yakni, pasangan Sali dan Marmi yang tinggal di Dusun Pelem Wulung, Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Saat Idul Fitri, Haryanto Salat Id di musala yang ada di seberang rumahnya.

“Dia ada di sini sampai Lebaran kedua atau hari Selasa. Hari Selasa sore, dia bersama anak dan istrinya silaturahmi ke rumah saya. Kemudian malamnya pamit mau pulang ke Blora. Saat itu, saya tidak punya firasat apapun,” ungkap Kades Pulorejo Rama Sujatmo yang masih kerabat Haryanto.

Menurut Rama, sejak menikah dengan Khusnul, Haryanto tinggal di Blora. Soalnya, mertuanya memang berasal dari Blora. Meski begitu, Haryanto cukup sering menyempatkan waktu untuk pulang menengok orang tuanya.

“Haryanto ini anak pertama dari dua bersaudara. Semuanya laki-laki. Adiknya, masih kuliah di Semarang. Kalau orang tuanya hanya petani biasa,” jelas Rama.

Dua hari sebelum mengalami, Haryanto yang membawa helikopter sempat melintas di langit kampung halamannya pada Jumat (30/6/2017) pagi. Saat itu dia dalam perjalanan dari kesatuannya Skuadron 400 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) dari Surabaya ke Semarang dalam rangka diperbantukan tugas pengamanan Idul Fitri.

Helikopter sempat terlihat terbang rendah dan mengitari kampung halamannya. Warga setempat sudah paham jika ada helikopter yang terbang rendah pasti ada Haryanto di dalamnya.Dari keterangan warga, pada pertengahan bulan Ramadan lalu, Haryanto bahkan sempat mendaratkan helikopter di lapangan Desa Pulorejo yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orang tuanya. Saat mendarat, kedua orang tuanya sudah menyambut di pinggir lapangan. Selain itu, banyak pula warga setempat yang juga ikut menyaksikan.“Saya waktu itu juga ikut menyambut di lapangan. Tapi cuma sebentar saja. Setelah itu, helikopter terbang lagi,” pungkas Rama. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler