Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan survei yang dilakukan dinas terkait, terdapat 9 kabupaten dan kota yang endemis filariasis di Jawa Tengah. Salah satunya adalah Grobogan. Wilayah endemis ini mendapat bantuan pembiayaan dari Kementerian Kesehatan untuk pemberantasan filariasis. salah satunya adalah pemberian obat pencegahan massal (POPM) penyakit kaki gajah secara serentak disetiap bulan Juli pada  kabupaten/kota endemis selama lima tahun berturut-turut.

“Kondisi ini harus jadi perhatian serius kita bersama. Untuk itu, supaya penyakit ini tidak berkembang harus kita atasi bersama-sama,” tegas Sri saat pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di kantor Dinas Kesehatan Grobogan, Jumat (7/7/2017).

Menurut Sri, sebagai perwujudan komitmen dan peningkatan kepedulian bersama maka perlu melakukan beberapa upaya. Antara lain, minum obat filariasis setahun sekali selama lima tahun berturut-turut yang dibagikan gratis pada seluruh masyarakat.

Kemudian, pada dinas terkait diminta melakukan pendampingan dan pemantauan kepada Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE) agar obat yang diberikan tepat sasaran dan sesuai ketentuanserta dipastikan diminum semua warga.
Selanjutnya, masyarakat agar diminta selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan melakukan kerja bakti dan PSN (pemberantasan sarang nyamuk).“Kebersihan rumah dan lingkungan ini perlu juga diperhatikan. Soalnya, lingkungan sangat berpengaruh terhadap penularan filariasis, karena penyakit ini vektor penularnya dari nyamuk,” jelasnya.Dalam kesempatan itu, Sri bersama Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Kepala Dinkes Lely Atasti sempat melakukan acara minum obat bersama. Sebelumnya, Sri Sumarni dan para pegawai dinkes sempat melakukan acara senam bareng di halaman kantor dinkes.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler