Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Selama ini, titik berat di desa masih pada perbaikan jalan dan talud. Ke depan, sarana penyediaan air bersih juga perlu dibuat. Soalnya, manfaatnya sangat besar dan dibutuhkan semua masyarakat,” jelas Sanyoto saat melangsungkan pertemuan dengan

Pengurus Badan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM) yang dilangsungkan di aula kantornya, Selasa (11/7/2017).

Menurut Sanyoto, untuk membuat sarana penyediaan air bersih ini memang butuh dana cukup besar. Satu titik berikut pemasangan instalasi butuh dana sekitar Rp 100 juta.

Bagi desa, masalah dana dinilai tidak jadi kendala. Sebab, pemerintahan desa saat ini sudah mendapatkan kucuran dana pembangunan yang cukup besar. Baik dari APBN, ABPD provinsi dan kabupaten.

“Khusus dana desa saja, nominal yang didapat tiap desa tahun 2017 ini cukup besar. Dari 273 desa yang ada, nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,02 miliar. Adapun besarnya dana desa paling kecil nilainya sekitar Rp 761 juta,” katanya.

Sementara itu, Fasilitator Program Pamsimas di Grobogan Edi Supriyadi menyatakan, sampai saat ini sudah ada 17.094 sambungan rumah yang ada di seluruh kabupaten. Jumlah sambungan rumah sebanyak itu berada di 102 desa yang tersebar di 19 kecamatan.

“Seperti diketahui, kebutuhan air bersih di Grobogan memang cukup sulit didapatkan terutama saat kemarau. Oleh sebab itu, kehadiran Pamsimas dirasakan sangat membantu kebutuhan masyarakat,” kata Edi.Dijelaskan, dalam program Pamsimas, pada desa sasaran dibuatkan instalasi induk dan jaringan distribusi. Untuk kebutuhan air baku bisa dilakukan dengan membuat sumur bor dan sumur gali. Selain itu, ada juga yang diambilkan dari air sungai dan diolah lebih lanjut sehingga layak digunakan.Setelah itu, penanganan lebih lanjut dilakukan oleh BP SPAM yang pengurusnya berasal dari masyarakat setempat. Lembaga inilah yang mengurusi pemasangan instalasi sambungan bagi masyarakat, pembayaran dan perawatan.Meski pengelolaan ditangani BP SPAM namun upaya pendampingan dan pemantauan tetap dilakukan. Termasuk diantaranya memberikan bintek dan pelatihan bagi pengurus BP SPAM supaya kinerja yang dilakukan bisa lebih maksimal.Edi menambahkan, jumlah desa yang terjangkau porgam Pamsimas kemungkinan akan bertambah lagi. Sebab, untuk tahun 2017 ini, direncanakan ada 15 desa lagi yang akan jadi sasaran Pamsimas.  Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler