Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MuriaNewsCom, Grobogan - Kebakaran menimpa sebuah tempat usaha tahu goreng milik Rohmad (47), di Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Selasa (18/7/2017). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan bangunan yang dijadikan pabrik ludes terbakar.

Selain bangunan, sebuah mobil pikap yang ada di dalamnya juga ikut hangus terbakar. Demikian pula dengan barang dagangan tahu goreng siap jual yang sudah ditempatkan di atas mobil ikut terkena jilatan api.

Informasi yang didapat menyebutkan, persitiwa kebakan itu diketahui oleh beberapa warga yang berada di pos kamling berjarak sekitar 20 meter di sebelah timur pabrik tahu goreng tersebut. Dari pos ronda itu, warga melihat ada kobaran api dari bangunan belakang rumah Rohmad yang dipakai untuk tempat usaha.

Melihat ada kebakaran, salah seorang warga di pos ronda segera menghubungi kantor Pemadam Kebakaran Grobogan untuk minta bantuan. Beberapa orang lainnya kemudian mengabarkan kebakaran warga sekitar serta membangunkan pemilik rumah yang sudah tertidur.

“Saat nongkrong di pos ronda, terlihat nyala api dari atap yang sudah terbakar. Saya  kemudian menghubungi kantor damkar untuk minta bantuan,” jelas Yanto, salah seorang warga yang ditemui di lokasi kejadian.

Sambil menunggu kedatangan tim damkar, puluhan warga berupaya mencegah kobaran api supaya tidak menjalar pada dua bangunan rumah milik Rodman, yang lokasinya tmenyatu dengan tempat usaha tersebut. Beberapa warga lainnya menggedor pintu untuk membangunkan pemilik rumah yang sudah tertidur dan meminta seluruh keluarganya segera keluar.Tidak lama kemudian, tiga armada pemadam ditambah dua mobil tangki untuk menyuplai air tiba di lokasi. Meski mengerahkan semua armada, namun upaya pemadaman api tidak bisa dilakukan dengan cepat karena banyak barang mudah terbakar di dalam tempat penggorengan tahu tersebut. Setelah berjibaku sekitar satu jam, amukan api akhirnya bisa dipadamkan.Sehari-hari pemilik usaha biasa menggoreng tahu dalam jumlah besar, mulai siang hingga magrib. Tahu yang digoreng setengah matang itu biasanya dijual di Pasar Pagi Purwodadi pada dinihari. Biasanya, pemilik usaha dan keluarganya sudah tidur selepas isak dan bangun menjelang tengah malam karena bersiap jualan di pasar.Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menelan kerugian material sekitar Rp 100 juta tersebut. Namun, dugaan sementara, pemicu kebakaran adalah konsleting listrik.“Saat kejadian sudah tidak ada aktivitas di tempat usaha tersebut dan pemiliknya juga sudah tidur. Kemungkinan kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik,” jelas Kasi Damkar Grobogan Sutrisno.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler