Tanda Datangnya Musim Kemarau Terlihat di Jalan Utama Kota Purwodadi Grobogan
Dani Agus
Kamis, 20 Juli 2017 10:06:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Banyaknya bunga dari pohon peneduh itu menyebabkan kondisi sejumlah ruas jalan utama di Kota Purwodadi terlihat beda dari biasanya. Sebab, aspal jalan yang biasanya berwarna hitam berubah jadi kuning. Warna kuning ini berasal dari bunga yang berguguran dan menutup aspal.
Seperti diketahui, sejumlah ruas jalan protokol di kawasan kota, memang ditanami banyak pohon angsana untuk penghijauan. Kondisi pohon saat ini tingginya sudah mencapai 10 meter.
Dari pantauan di lapangan, saat ini, hampir semua pohon angsana itu tengah mengeluarkan bunga. Saat ada angin berhembus, bunga bunga itu berguguran jatuh ke jalan dan trotoar. Bahkan, kendaraan yang yang parkir di pinggir jalan juga terkena rontokan bunga yang berjatuhan.
"Kondisi seperti ini, sudah rutin terjadi tiap tahun. Saat bunga berguguran, terlihat seperti salju turun. Dari cerita orang tua, kalau bunga angsana sudah berjatuhan biasanya sudah masuk kemarau. Jadi, fenomena itu merupakan tanda alam,” kata Warsito, salah satu pedagang kaki lima di kawasan alun-alun Purwodadi, Rabu (19/7/2017).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



