Seribu Warga Grobogan Bakal Ikut Aksi Damai Tolak Full Day School di Semarang
Dani Agus
Kamis, 20 Juli 2017 18:00:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Kita akan kerahkan sekitar 1.000 orang untuk ikut aksi damai besok. Pesertanya dari berbagai unsur masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan,” jelas salah satu korlap aksi damai dari Grobogan Fakhrurozi, Kamis (20/7/2017).
Menurut Fakhrur, rombongan peserta aksi damai akan berkumpul pada Jumat pagi. Setelah itu, mereka bergerak bersama menuju titik kumpul di Simpanglima Semarang.
“Peserta akan salat Jumat dulu di Masjid Biturrohman Simpanglima. Habis jumatan baru menggelar aksi ke kantor Gubernur Jateng,” jelasnya.
Dijelaskan, penolakan FDS itu dilakukan karena kebijakan ini akan membawa dampak cukup besar. Terutama, keberadaan madrasah diniyah (madin) bisa terancam eksistensinya.
“Kalau FDS diterapkan, anak-anak berada di sekolah sampai sore. Padahal, kegiatan di madin kebanyakan dilangsungkan sore hari. Karena anak masih sekolah maka madin terancam tidak ada kegiatan belajar,” kata Fakhrur .
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



