Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Grobogan - Meski belum jelas pelaksanaannya, namun banyak pihak merasa keberatan dengan rencana pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) masuk ke wilayah Grobogan. Salah satu yang kurang setuju adalah awak bus antar kota dalam provinsi (AKDP).
Sebabnya, hadirnya sarana transportasi itu dipastikan akan mengurangi penumpang yang selama ini menjadi pengguna bus AKDP trayek Purwodadi-Semarang. Dengan hadirnya armada baru yang lebih memadai bisa dipastikan penumpang akan beralih pilihan.
“Jika BRT beroperasi maka kondisi kami jadi lebih berat. Penumpang pasti kurang banyak. Sebaiknya, pengoperasian BRT jangan dilakukan dulu,” kata Susanto, salah seorang awak bus AKDP di terminal Purwodadi, Jumat (21/7/2017).
Meski rencana pengoperasian BRT hanya sampai wilayah Gubug namun dampaknya dinilai sangat signifikan. Soalnya, jalur Gubug-Semarang selama ini lebih padat penumpangnya dibandingkan jalur Purwodadi-Gubug.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




