Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MuriaNewsCom, Grobogan - Para pencari kerja yang datang di acara job fair atau pameran bursa kerja ternyata tidak hanya dibikin bingung dengan banyaknya lowongan kerja (loker). Tetapi, ada sejumlah pencari kerja yang bingung dengan ijazah yang dimiliki. Sebab, bekal mereka hanya berupa ijazah SD.

“Saya memang hanya lulus SD saja. Karena kondisi ekonomi saya tidak bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Setelah lulus, saya kerja serabutan,” ujar Sukirman, warga Kecamatan Wirosari yang ditemui MuriaNewsCom di lokasi job fair, Rabu (26/7/2017).

Pemuda 18 tahun itu menyatakan, kedatanganya ke lokasi job fair memang untuk mencari loker. Namun, dari informasi yang didapat, tidak ada loker yang membuka kesempatan bagi lulusan SD.

“Saya lihat dari tadi, persyaratan ijazah minimal SMA. Ini, saya masih cari-cari barangkali ada perusahaan yang mau menampung lulusan SD. Jadi pesuruh atau tenaga kebersihan gak papa,” katanya.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto menyatakan, sampai saat ini memang masih ada pencari kerja lulusan SD. Data tahun 2016, ada 10.795 pencari kerja yang terdaftar di kantornya.
Dari jumlah itu, sebanyak 62 persennya adalah lulusan SMA, 24 persen lulusan SMP, dan 5 persen lulusan SD. Sisanya adalah sarjana. Dari pencari kerja tersebut, baru sebanyak 6.786 orang yang tertampung atau mendapat pekerjaan.“Memang, masih ada lulusan SD yang terdaftar jadi pencari kerja. Tahun lalu, jumlahnya ada 500-an orang,” katanya.Ditambahkan, tidak tertampungnya semua pencari kerja disebabkan beberapa faktor. Antara lain, jenis ketrampilan pencari kerja tidak sesuai dengan jenis keterampilan yang dipersyaratkan pengguna atau perusahaan. Kemudian, jenis pekerjaan yang ditawarkan di sisi lain juga kurang diminati pencari kerja. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler