Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MuriaNewsCom, Grobogan - Masih banyaknya kasus pernikahan usia anak di wilayahnya membuat prihatin Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hal itu diungkapkan saat membuka acara Advokasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (27/7/2017).
“Tiap tahun, masih ada ratusan pernikahan dalam usia anak. Hal ini cukup memperihatinkan dan harus kita atasi bersama-sama,” tegasnya.
Sejumlah pihak ikut diundang dalam acara yang diselenggarakan BP3AKB Grobogan tersebut. Seperti dari tokoh masyarakat, ormas, pelajar SMP dan SMA, dan forum anak.
Menurut Sri Sumarni, orang tua mempunyai peran penting dalam mencegah terjadinya pernikahan usia anak. Sebab, pengawasan dan pola asuh merupakan tanggung jawab dari orang tua. Di samping itu, pemahaman norma agama yang lebih juga perlu diberikan pada anak.
”Banyak orang tua yang beranggapan anak segera dinikahkan agar meringankan beban perekonomian keluarga. Bahkan, banyak yang terpengaruh budaya menghindari stigma anaknya menjadi perawan tua. Pemikiran ini harus diubah,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




