Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MuriaNewsCom, Grobogan - Produk olahan makanan dan minuman dari bahan jagung di Grobogan rencananya bakal dipatenkan. Hal itu menyusul keberhasilan produk tersebut meraih  peringkat II dalam lomba masakan khas Jawa Tengah yang dilangsungkan di Taman Mini Indonesia Indah, akhir pekan lalu.

Kasi Destinasi Wisata Disporabudpar Grobogan Ruswandi menyatakan, dalam lomba tersebut, ada dua piala dan piagam yang didapat. Yakni, peringkat II untuk kategori kudapan berbahan jagung. Kemudian, peringkat II untuk kategori minuman berbahan jagung.

“Produk makanan dan minuman yang dilombakan harus terbuat dari bahan nonberas. Kita bikin produk dari bahan jagung yang jadi potensi pertanian andalan Grobogan,” jelasnya.

Meski hanya meraih peringkat II, namun produk dari bahan jagung itu dinilai sangat layak disajikan sebagai menu di hotel berbintang. Terkait dengan penilaian ini, pihaknya disarankan oleh panitia lomba untuk mematenkan produk tersebut.

“Ini merupakan peluang untuk memasarkan produk tersebut. Ke depan, upaya untuk mematenkan produk makanan dan minuman akan kita lakukan,” jelasnya.Ruswandi menyatakan, tujuan utama lomba tersebut memang untuk mengangkat potensi pangan lokal. Seperti singkong, jagung, kedelai, kacang hijau dan hasil pertanian lainnya. Dari cipta menu tersebut diharapkan bisa mengurangi ketergantungan dengan bahan dari terigu.“Potensi pangan lokal yang kita miliki di luar beras, sangat melimpah. Nah, potensi ini harus bisa dimanfaatkan untuk bahan pangan alternatif tetapi harus ada kreasi dan inovasinya,” katanya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler