Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski musim kemarau sebagian petani berani menanam padi. Sebab, mereka bisa mengandalkan air yang disedot dari sungai.

“Debit air sungai masih mencukupi. Kondisi ini kita manfaatkan untuk tanam padi,” kata Sunarto, salah seorang petani, Senin (7/8/2017).

Petani sengaja menanam padi di luar musim. Sebab, areal sawah biasanya sering kena banjir saat musim penghujan. Hal ini terjadi akibat meluapnya air dari sungai yang sampai menggenangi areal pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, di Kecamatan Tegowanu ditargetkan ada perluasan areal padi sekitar 50 hektare pada musim kemarau ini. Upaya penanaman padi di luar musim ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengamankan stok pangan.
Selain di Tegowanu, ada juga penananam padi di daerah lainnya. Yakni, di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari dengan luasan sekitar 25 hektar.Sebelumnya, penanaman padi lebih dulu juga dilakukan petani di Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer. Pada lokasi ini, areal tanam padi mencapai 100 hektar.“Jadi petani yang menanam padi saat kemarau ini ada di beberapa tempat. Dari tanam musim kemarau ini diharapkan bisa menghasilkan panen sekitar 6 ton per hektar,” jelasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler