Kekeringan Grobogan, Warga Jual Bongkah Tanah Biar Punya Uang
Dani Agus
Selasa, 15 Agustus 2017 11:00:33
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menghadapi kondisi itu, sebagian petani ada yang menempuh jalan lain demi mendapatkan penghasilan. Yakni, dengan mengeduk tanah sawahnya dalam bentuk bongkahan untuk selanjutnya dijual kepada mereka yang memerlukan.
“Kondisi sawah di sini tidak bisa ditanami karena kering tanahnya. Dengan menjual bongkahan tanah bisa mendapatkan uang,” kata Sumarto, warga Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Sabtu (14/8/2017).
Bongkahan tanah itu biasanya dibeli orang untuk menguruk pekarangan atau fondasi bangunan baru. Harga tanah bongkahan itu juga cukup murah. Yakni, berkisar Rp 100 hingga 150 ribu per rit atau truk engkel. Harga ini tergantung jarak sawah dengan jalan raya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



