Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Beberapa petani yang ditemui menyatakan, harga jual tembakau saat ini dirasa cukup bagus. Di mana, pada petik kepelan atau daun pertama laku sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Harga ini untuk kondisi tembakau yang sudah dirajang dan dijemur kering.

“Dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan harga. Tahun kemarin, harga kepelan hanya Rp 9 ribu per kilonya,” kata Hartono, petani tembakau di Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung, Selasa (15/8/2017).

Menurut petani, bagusnya harga tembakau salah satunya disebabkan kondisi cuaca cukup mendukung. Curah hujan sejak awal tanam hingga menjelang panen tidak begitu tinggi. Kondisi cuaca seperti ini sangat berpengaruh dengan pertumbuhan tanaman dan harga jualnya.

“Cuaca memang sangat mendukung. Menjelang panen tidak begitu banyak hujan sehingga daun tembakau tidak rusak kena air,” jelasnya.

Kepala Desa Mangin Budiono menyatakan, harga petik kedua dan ketiga diperkirakan bisa sampai Rp 40 ribu. Hal ini mengacu pada harga kepelan yang sudah menembus angka Rp 20 ribu. Untuk diketahui, daun petik awal tersebut adalah kualitas paling rendah dari pohon tembakau.
Bagusnya harga tembakau di sisi lain juga disebabkan berkurangnya jumlah penanam. Pada tahun ini, areal tembakau di desanya hanya berkisar 50 hektar. Tahun-tahun sebelumnya, areal tanam tembakau bisa sampai 3 kali lipatnya.“Beberapa tahun lalu, harga tembakau anjlok. Oleh sebab itu, orang yang menanam tembakau berkurang tahun ini. Ternyata, kali ini harganya malah bagus,” ujar Budiono yang mengaku juga memiliki lahan tembakau itu.Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Grobogan Tri Wahono menambahkan, tahun ini, luasan areal tembakau sekitar 1.600 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain, Kecamatan Toroh, Purwodadi, Pulokulon, Tegowanu, Karangrayung, Kedungjati, dan Tanggungharjo. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler