Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setelah mendapat informasi, petugas dari Dinkes langung memonitor kondisi korban keracunan yang dirawat di sebuah klinik kesehatan di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi.

Selain itu, ada upaya lain yang dilakukan. Yakni, mencari sisa makanan yang diindikasikan jadi penyebab para santri keracunan.

”Hasil pemeriksaan medis sudah dipastikan kalau anak-anak itu keracunan makanan. Untuk lebih memastikan kita coba cari sisa makanan yang disantap mereka,” kata Sekretaris Dinkes Grobogan Slamet Widodo, Jumat (18/8/2017).

Pihaknya sudah meminta petugas dari Puskesmas Purwodadi II untuk memantau kondisi korban keracunan di klinik kesehatan itu. Kebetulan letak klinik dengan puskesmas tidak terlalu jauh. Selama ini, pihak ponpes memang mengadakan kerjasama kesehatan dengan klinik tersebut.

”Sejak kemarin, kita sudah monitor perkembangan kesehatan korban keracunan. Hari ini tadi, tinggal satu anak yang masih dirawat. Tapi kemungkinan sore nanti atau besok pagi diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik,” jelasnya.

Baca Juga : Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Siswa Ponpes Pelita Purwodadi Dilarikan ke Klinik Kesehatan
Dari pantauan di klinik dokter umum suyatno di Jalan Danyang-Kuwu, masih ada satu anak yang dirawat. Yakni, Edo Haryanto (13), siswa kelas 2 SMP IT Pelita. Edo yang kondisinya sudah mulai normal itu didampingi ibunya Rofianah.Menurut Rofianah, anaknya tidak jajan dan makan rica-rica ayam. Tetapi, dia hanya makan terong yang dimasak di pondok.”Tidak lama setelah itu, Edo mulai muntah-muntah. Kemudian, buang air besar terus menerus. Sekarang belum boleh pulang. Kemungkinan, masih dirawat sehari lagi,” katanya.Kepala Pondok Pesantren Pelita Purwodadi Muhammad Solikin membantah jika penyebab keracunan berasal dari menu terong yang dimasak di dalam pondok. Menurutnya, penyebab keracunan itu diduga disebabkan makanan yang dibeli di luar pondok.”Bukan dari makanan di pondok tapi dari jajan di luar. Kalau berasal dari makanan pondok tentu lebih banyak lagi yang keracunan,” tegasnya pada wartawanEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler