Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hadirnya dua bintang tamu membuat suasana pagelaran wayang kulit makin heboh dan membikin puas ratusan penonton.

Dua bintang tamu itu adalah larasati atau sinden dari luar negeri. Yakni, Agnes Serfozo yang berasal dari Hungaria.

Meski bukan orang Jawa, namun suara perempuan yang akrab dipanggi Aggy ini tidak kalah dengan tiga sinden lainnya. Bahkan, banyak penonton yang sempat tak percaya jika salah satu pelantun gending atau tembang dalam pagelaran itu adalah orang manca negara.

Penampilan Aggy malam itu memang seperti tiga sinden lainnya. Yakni, memakai jarit dan kebaya biru serta mengenakan konde.

“Saya mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan tampil di Desa Tarub. Saya merasa senang karena dapat sambutan hangat dari masyarakat sini,” ungkap Aggy dalam bahasa Jawa yang disampaikan dengan sangat fasih.  

Satu bintang tamu lainnya adalah dalang cilik Ahmad Cannavaro Heriyanto yang usianya baru 8 tahun.

Dalang cilik Cannavaro yang saat ini masih duduk kelas III SDN 02 Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, tampil sebagai dalang pembuka pagelaran.
Putra Kades Bandungsari Ledy Heriyanto itu tampil sekitar satu jam, mulai pukul 20.30 WIB. Meski usianya baru 8 tahun, namun penampilannya sempat mengundang decak kagum para penonton.Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang utama Ki Supandi Sudarsono itu memainkan lakon ‘Brojodento Mbalelo’. Dalam pagelaran wayang ini, penabuh gamelan dibawakan oleh anggota Karang Taruna Eka Bakti Desa Bandungsari.Pentas kesenian tradisional itu juga disaksikan oleh dua orang asing. Yakni, Joana Marcao dari Portugal dan Kozumoto dari Jepang. Keduanya sudah berada di Desa Tarub selama sepekan dalam kapasitasnya sebagai sukarelawan lembaga sosial yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.Saat sesi goro-goro atau guyonan, Joana bahkan sempat didaulat untuk menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, logat Joana yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu tak ayal mengundang gelak tawa para penonton.Kepala Desa Tarub Ali Maskuri mengaku sangat puas dengan jalannya pentas kesenian tradisional tersebut. Menurut Ali, pentas kali ini dirasakan paling meriah dibandingkan acara serupa tahun-tahun sebelumnya.“Pagelaran wayang kulit ini diadakan dalam rangka memperingati HUT RI. Hadirnya Adik Cannavaro dan Mbak Aggy memang membuat pagelaran wayang malam ini jadi beda dari biasanya,” jelasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler