Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, puluhan pedagang terlihat bersiaga di sekitar warung untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak menjalar ke tempat jualan mereka, yang lokasinya masuk wilayah Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari tersebut.

Tindakan itu dilakukan karena areal yang terbakar hanya berjarak sekitar 2 meter dari warung.

Beberapa pedagang terlihat langsung mengambil tindakan ketika arah kobaran api mendekati warung. Sebelum membesar, pedagang berupaya melakukan pemadaman dengan cara memukul kobaran api menggunakan kayu dan bambu.

“Di belakang warung ini banyak tumpukan kulit dan batok kelapa yang sudah kering. Oleh sebab itu, kami harus mencegah kobaran api mendekat,” kata Susilowati, salah seorang pedagang yang terlihat cukup sibuk memadamkan kobaran api yang mendekati warungnya.

Baca : Buat Status Facebook, Siswa Kebumen Ditangkap, Penasaran? Baca Ini

Di sepanjang jalan raya tersebut, ada sekitar 30 warung yang hampir semuanya berjualan degan. Bangunan warung bentuknya sederhana dan terbuat dari bahan bambu dan papan.

Saat kejadian, kondisi warung sudah tutup. Namun, perabotan yang digunakan untuk jualan masih ditinggal di dalam warung oleh pemiliknya. Seperti bangku, kursi dan balai bambu dan rak kayu.
Para pedagang biasa berjualan dari pagi hingga menjelang petang. Mereka mendapat kabar areal jati terbakar setelah Isya, sekitar pukul 19.15 WIB.“Saya dikabari tetangga yang kebetulan lewat dan melihat lahan jati di belakang warung terbakar. Kemudian, saya mengabari beberapa kawan lainnya dan meluncur ke sini untuk berjaga-jaga,” ungkap Purwanto, pedagang lainnya.Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, kobaran api masih terlihat cukup besar. Namun, lama kelamaan kobaran api makin mengecil karena dedaunan dan ranting kering sudah habis terbakar.Belum diketahui pemicu terjadinya kebakaran di lahan jati itu. Pedagang menduga, kebakaran terjadi karena ada orang lewat yang membuang puntung rokok sembarangan.Editor : Ali MuntohaBaca : Kakek 65 Tahun di Tanjungharjo Grobogan Tewas TerpangangBaca : Hafidin, Bocah 10 Tahun yang Hidupi Ibu dan Kakeknya di Banjarnegara, Dikunjungi Gubernur

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler