Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Perlindungan Anak dan Perlindungan Perempuan DP3AKB Grobogan Lestariningsih mengungkapkan, pelatihan itu diberikan pada korban kekerasan berbasis gender, perempuan dan anak. Jumlah peserta pelatihan ada 30 orang yang tersebar di 19 kecamatan.

Menurutnya, peserta pelatihan tersebut adalah korban kekerasan yang sudah melapor ke lembaga Swatantra DP3AKB. Dari pelapor itu kemudian diseleksi dan dipilih yang paling mendesak untuk diberikan pelatihan keterampilan.

”Pelatihan ini kita berikan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Diharapkan, setelah dapat pelatihan, para korban kekerasan ini nantinya bisa jadi usahawan atau mandiri,” ungkapnya.
Dalam pelatihan itu, DP3AKB menjalin kerjasama dengan pihak Universitas Semarang sebagai narasumber. Pelatihan ketrampilan kali ini materinya meliputi pembuatan makanan dan minuman dari bahan rempah-rempah. Dipilihnya rempah-rempah karena bahan ini bisa didapat atau dibudidayakan dengan mudah.”Pembuatan produk yang diajarkan bermacam-macam. Misalnya, ada pembuatan sirup jahe, susu kedelai serbuk, es krim jahe dan aneka kue,” imbuhnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler