Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pelatihan yang digelar Bagian Kesra Setda Grobogan itu dilakukan dalam dua tahap. Yakni, latihan teori dan latihan praktik di halaman kantor Setda Grobogan. Selain petugas dari Damkar Grobogan, pelatihan juga melibatkan pihak PLN Purwodadi dan Dinas Kebakaran Provinsi Jawa Tengah sebagai instruktur.

”Dilibatkannya anggota Banser dalam menanggulangi musibah kebakaran ini saya rasa cukup bagus. Sebab, jumlah anggota banser ini sangat banyak dan tersebar di semua desa,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Menurutnya, intensitas kebakaran di Grobogan selama cukup tinggi karena bisa mencapai 50 kali per tahun. Dari musibah kebakaran yang terjadi ada puluhan rumah yang habis terbakar dan kerugian material bisa mencapai miliaran.
Untuk menanggulangi kebakaran, tidak bisa mengandalkan petugas Damkar saja. Soalnya, petugas damkar dan sarana pendukungnya jumlahnya terbatas. Sementara daya jangkauan tugasnya cukup jauh sehingga butuh waktu untuk bisa sampai di lokasi kejadian.”Upaya menangani kebakaran butuh dukungan berbagai elemen masyarakat. Termasuk dari Banser. Dengan adanya pelatihan ini, anggota Banser nantinya bisa bisa melakukan tindakan awal ketika musibah kebakaran terjadi di dekatnya,” cetusnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler