Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut Joko, ada beberapa hal yang ingin dipelajari dalam kunjungannya ke Grobogan tersebut. Antara lain mengenai keberhasilan Pemkab Grobogan dalam meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) hingga enam kali.

Kemudian, soal penanganan gender, kepeludian pada HAM, dan komoditas ungulan bidang pertanian di Grobogan. Khususnya, padi, jagung dan kedelai.

“Banyak hal yang ingin kita pelajari dari kunjungan ini. Nantinya, hasil dari sini akan kita coba aplikasikan di Kota Serang,” katanya.

Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto menyatakan, prestasi yang kita capai dibidang KLA ini boleh dibilang membanggakan. Sebab, pengharaan KLA ini sudah enam kali berhasil didapat.

Dijelaskan, penghargaan KLA  didapat tahun 2009, 2011, 2012, 2013, 2015 dan 2017. Penghargaan itu diberikan karena pemkab dinilai telah melakukan upaya konkret terhadap pemenuhan hak sipil anak dan adanya forum anak dari tingkat desa sampai kabupaten.Menurut Anang, ada beberapa kebijakan lain yang mendukung diraihnya penghargaan KLA itu. Yakni, pembangunan taman cerdas dan pembentukan peraturan Bupati Grobogan Nomor 7 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, juga telah dibentuk lembaga perlindungan anak berbasis masyarakat desa (LPAD) dan adanya peran karang taruna dalam perlindungan anak.Untuk komoditas unggulan di Grobogan masih terdapat di sektor pertanian. Sejak beberapa waktu lalu, penanganan sektor pertanian juga dikembangkan dengan program techno park.  “Kita punya rumah kedelai Grobogan (RKG) yang jadi tempat pembelajaran lengkap masalah kedelai dari hulu hingga hilir. Nanti, akan kita ajak singgah kesana biar tahu persis kondisinya dan bisa belajar banyak hal. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja ke Grobogan dan semoga yang didapat dari sini bisa membawa manfaat,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler