Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah satu petani yang masih familiar dengan bajak tradisional berada di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan. Di desa yang terdapat obyek wisata air terjun Gulingan itu masih banyak petani yang membajak sawah dengan memanfaatkan sapi peliharaannya.

”Alat bajak tradisional disini jumlahnya masih banyak. Kurang lebih ada 50 an yang masih punya bajak tradisional,” kata Kepala Desa Sedayu Sariyun, Kamis (9/11/2017).

Menurutnya, masih dipakainya alat bajak tradisional itu disebabkan lahan sawah yang ada sebagian besar dalam posisinya teras siring. Kondisi itu terjadi karena wilayah Desa Sedayu berada di kawasan atas perbukitan Kendeng Utara.

“Disini ada yang punya traktor mesin tetapi kalau dipakai di lahan teras siring malah susah mengoperasikannya. Traktor mesin dipakai untuk mengolah sawah di sebelah timur Desa Sedayu yang lokasinya datar dan luas. Kalau di lahan teras siring yang lokasinya sempit lebih enak pakai bajak sapi,” jelasnya.

Sariyun menyatakan, menjelang musim tanam padi seperti saat ini, banyak alat bajak tradisional yang mudah ditemukan di areal sawah. Bagi warga Desa Sedayu, kondisi seperti itu sudah dianggap biasa. Namun, bagi warga dari luar daerahnya, pemandangan petani membajak sawah dengan alat tradisional menjadi sesuatu hal yang istimewa.“Kalau jaman dulu, pemandangan orang bajak pakai sapi sudah biasa. Tetapi sekarang ini jarang dijumpai karena sudah berganti traktor mesin. Di wilayah Grobogan, kemungkinan hanya di Desa Sedayu yang masih banyak bajak tradisionalnya,” pungkasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler