Petani di Sedayu Grobogan Masih Gunakan Alat Bajak Tradisional untuk Persiapan Lahan
Dani Agus
Kamis, 9 November 2017 14:49:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satu petani yang masih familiar dengan bajak tradisional berada di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan. Di desa yang terdapat obyek wisata air terjun Gulingan itu masih banyak petani yang membajak sawah dengan memanfaatkan sapi peliharaannya.
”Alat bajak tradisional disini jumlahnya masih banyak. Kurang lebih ada 50 an yang masih punya bajak tradisional,” kata Kepala Desa Sedayu Sariyun, Kamis (9/11/2017).
Menurutnya, masih dipakainya alat bajak tradisional itu disebabkan lahan sawah yang ada sebagian besar dalam posisinya teras siring. Kondisi itu terjadi karena wilayah Desa Sedayu berada di kawasan atas perbukitan Kendeng Utara.
“Disini ada yang punya traktor mesin tetapi kalau dipakai di lahan teras siring malah susah mengoperasikannya. Traktor mesin dipakai untuk mengolah sawah di sebelah timur Desa Sedayu yang lokasinya datar dan luas. Kalau di lahan teras siring yang lokasinya sempit lebih enak pakai bajak sapi,” jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



