Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Soal wisata sudah kita pikirkan bersama. Nanti akan dilakukan relokasi,” terang Kepala Dinas Pusdataru Jateng Pasetyo Budie Yuwono, usai membuka sosialisasi rencana tindak darurat (RTD) yang dilangsungkan di Waduk Kedungombo (WKO) di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan, Kamis (16/11/2017).

Menurutnya, relokasi untuk wisata rencananya akan ditempatkan pada lahan Perhutani di sebelah barat lokasi lama. Pihaknya, sudah mengadakan pembicaraan dengan Perhutani terkait relokasi dan mendapatkan lampu hijau.

“Soal relokasi tempat wisata ini sudah disiapkan supaya masyarakat bisa menikmati Waduk Kedungombo,” katanya.

Selain Perhutani, pembahasan relokasi juga akan melibatkan beberapa pihak lainnya. Seperti dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana dan pemkab setempat.Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu alasan penutupan objek wisata itu disebabkan adanya pemeriksaan yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah terhadap pengelolaan WKO.Pihak Kejati melakukan pemeriksaan setelah adanya pengaduan masyarakat terkait penarikan retribusi terhadap pengunjung dan pedagang. Meski ada karcis dan kuitansi, penarikan retribusi yang dilakukan selama ini, diduga sebagai pungutan liar karena tidak ada dasar hukumnya. Dalam penanganan aduan itu, pihak Kejati juga melibatkan Kejaksaan Negeri Grobogan untuk melakukan kajian.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler