“Alhamdullillah, sudah surut airnya. Saat ini sudah tidak ada genangan air di perkampungan,” kata Kades Mahayan Sairozi.
Menurutnya, saat banjir yang terjadi Jumat kemarin, ada 250 rumah warga yang kemasukan air dengan ketinggian 10-50 centimeter. Warga yang terkena dampak banjir ada di Dusun Beber dan Krajan.
Sairozi menegaskan, banjir di desanya disebabkan adanya ruas tanggul jebol di Desa Plosorejo tersebut. Adanya tanggul jebol membuat volume air yang menuju ke Desa Mayahan jadi bertambah besar sehingga menyebabkan banjir.
“Tanggul yang jebol sudah diperbaiki. Air dari Kali Alam sudah tidak meluap lagi karena ruas yang jebol sudah tertutup,” katanya.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan masih terlihat kesibukan puluhan orang yang sedang mengerjakan perbaikan tanggul jebol di Desa Plosorejo. Selin warga sekitar, perbaikan tanggul juga didukung anggota TNI, Polri, Dinas PUPR dan BPBD Grobogan.Untuk penutupan tanggul dilakukan dengan menimpuk 2.500 karung berisi tanah. Setelah itu puluhan batang bambu ditancapkan untuk memperkokoh tumpukan karung. Satu unit alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan tanggul jebol tersebut.“Perbaikan tanggul jebol kita tuntaskan hari ini. Dalam perbaikan tanggul kita didukung dari berbagai pihak sehingga bisa cepat rampung. Selain itu, kita juga membersihkan sampah berupa batang pohon pisang dan ranting tanaman yang sempat menyumbat aliran irigasi,” ungkap Kepala DPUPR Grobogan Subiyono.
Editor : Akrom Hazami
Murianews, Grobogan - Banjir yang melanda sebagian wilayah Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, berangsur-angsur surut sejak Sabtu (18/11/2017) dini hari. Hingga siang tadi, sudah tidak ada air yang menggenangi rumah warga maupun jalan perkampungan, seperti sehari sebelumnya.
“Alhamdullillah, sudah surut airnya. Saat ini sudah tidak ada genangan air di perkampungan,” kata Kades Mahayan Sairozi.
Menurutnya, saat banjir yang terjadi Jumat kemarin, ada 250 rumah warga yang kemasukan air dengan ketinggian 10-50 centimeter. Warga yang terkena dampak banjir ada di Dusun Beber dan Krajan.
Sairozi menegaskan, banjir di desanya disebabkan adanya ruas tanggul jebol di Desa Plosorejo tersebut. Adanya tanggul jebol membuat volume air yang menuju ke Desa Mayahan jadi bertambah besar sehingga menyebabkan banjir.
“Tanggul yang jebol sudah diperbaiki. Air dari Kali Alam sudah tidak meluap lagi karena ruas yang jebol sudah tertutup,” katanya.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan masih terlihat kesibukan puluhan orang yang sedang mengerjakan perbaikan tanggul jebol di Desa Plosorejo. Selin warga sekitar, perbaikan tanggul juga didukung anggota TNI, Polri, Dinas PUPR dan BPBD Grobogan.
Untuk penutupan tanggul dilakukan dengan menimpuk 2.500 karung berisi tanah. Setelah itu puluhan batang bambu ditancapkan untuk memperkokoh tumpukan karung. Satu unit alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan tanggul jebol tersebut.
“Perbaikan tanggul jebol kita tuntaskan hari ini. Dalam perbaikan tanggul kita didukung dari berbagai pihak sehingga bisa cepat rampung. Selain itu, kita juga membersihkan sampah berupa batang pohon pisang dan ranting tanaman yang sempat menyumbat aliran irigasi,” ungkap Kepala DPUPR Grobogan Subiyono.
Editor : Akrom Hazami