Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Wahyudi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Harno dan Wagiyem. Keluarga yang tinggal di Dusun Trisik RT 09, RW 01 tersebut tergolong kurang mampu.

Kepala Desa Tarub Ali Maskuri menyatakan, pembengkakan kaki Wahyudi terjadi secara bertahap sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, dibagian paha kirinya sempat ada benjolan kecil yang biasa disebut uci-uci.

Pihak keluarga sempat memeriksakan benjolan kecil ke rumah sakit. Bahkan, sempat pula diambil tindakan medis terhadap benjolan kecil tersebut.

“Beberapa bulan kemudian, kaki Wahyudi mulai membengkak. Makin lama, pembengkakannya jadi tambah besar. Diperkirakan, itu penyakit kanker,” jelasnya.
Baca : Sumarni Perintahkan Dinkes Obati Pemuda Tarub Grobogan yang Kakinya Membengkak Sebesar BolaPihak keluarga sudah beberapa kali membawanya ke rumah sakit namun belum membawa kesembuhan. Pihak keluarga saat ini juga sedang berupaya mencari informasi pengobatan alternatif untuk kesembuhan Wahyudi supaya bisa beraktivitas seperti semula. Sejak kakinya membesar, praktis sehari-harinya Wahyudi hanya beraktivitas di tempat tidur.“Saya berharap, kaki Wahyudi bisa segera pulih. Kasihan melihatnya, apalagi anak itu orangnya pintar. Anaknya tamatan SMA,” imbuh Ali.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler