Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka yang tampil dalam pentas ketoprak ini seluruhnya adalah siswa sekolah. Tepatnya, siswa dari SDN 04 Purwodadi, Grobogan. Dalam pentas ketoprak ini mengambil lakon atau cerita “Rebutan Keris Mpu Gandring”. Meski masih anak-anak, namun penampilan yang disuguhkan cukup memukau puluhan penonton.

Para pemain terlihat piawai dalam memainkan adegan demi adegan. Dalam pentas selama hampir dua jam itu tidak terlihat rasa canggung atau rasa malu meski mereka dintonton pegawai dinas pendidikan, wali murid serta teman satu sekolahan.

“Kami sudah mempersiapkan pentas ini dengan serius. Sebelum pentas, anak-anak sudah latihan rutin hampir tiga bulan. Total ada 18 pemain dan 19 kru karawitan yang terlibat dalam pentas ini. Mereka adalah siswa kelas IV dan V,” kata Kepala SDN 04 Purwodadi Widarti.

Ia menyatakan, dalam pentas ketoprak ini sengaja memilik lakon “Rebutan Keris Mpu Gandring”. Lakon ini dipilih untuk menyampaikan satu pesan positif. Yakni, sesuatu hal yang diperoleh dengan cara yang tidak benar maka hasilnya tidak akan bermanfaat.Dalam lakon tersebut, Tohjoyo merebut tahta dengan cara yang salah. Pada akhirnya, ia harus turun tahta dalam waktu singkat.Menurut Widarti, pentas ketoprak itu digelar untuk melihat sampai sejauh mana hasil latihan yang dilakukan para siswa. Yakni, siswa yang mengikuti ekstra kurikuler karawitan dan teater. Selain itu, pentas juga dimaksudkan untuk ikut andil melestarikan salah satu kesenian asli Indonesia agar tidak punah tergerus zaman. (NAK)Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News