Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rombongan Bupati Nias Barat diterima langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi sejumlah pejabat. Antara lain, Asisten III Padmo, Kepala DPUPR Subiyono, dan Kepala DPPKAD Wahyu Susetijono.

Menurut Faduhusi, pihaknya sengaja melakukan kunjungan ke Grobogan karena banyak keberhasilan yang sudah diraih selama ini. Terutama, dalam bidang pertanian, pembangunan infrastruktur dan inovasi dalam menggali sumber pendapatan asli daerah (PAD).

”Saya banyak terima informasi keberhasilan di Grobogan ini. Salah satunya dari adik saya yang kebetulan bekerja disini,” katanya.

Faduhusi menyatakan, Kabupaten Nias Barat baru berdiri sekitar delapan tahun lalu, pasca terjadinya bencana tsunami. Sejauh ini, masih banyak hal yang perlu dibenahi agar tidak tertinggal dengan wilayah lainnya.

Kabupaten Nias Barat memiliki 8 kecamatan dengan 115 desa. Jumlah penduduknya hanya sekitar 92 ribu jiwa.

”PAD kami juga masih minim, cuma sekitar Rp 15 miliar. Sedangkan APBD kami nilainya berkisar Rp 500 miliar saja. Dibandingkan dengan Grobogan, PAD dan besaran ABPB kami jauh sekali. Di Grobogan punya PAD sampai Rp 450 miliar dan APBD nya lebih Rp 2 triliun,” tambah Faduhusi.Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, sejauh ini, potensi pertanian memang jadi andalan. Soalnya, sebagian besar penduduk bergelut dalam bidang pertanian.”Kabupaten Grobogan saat ini merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Komoditas andalan kita adalah padi, jagung, dan kedelai atau pajale. Dalam bidang pertanian ini kita sering dapat juara nasional,” ungkapnya.Untuk pembangunan infrastruktur khususnya jalan, memang jadi skala prioritas. Upaya untuk membangun jalan rusak juga dilakukan dengan dana pinjaman dari pihak ketiga.”Tahun 2017 ini, alokasi dana perbaikan jalan sekitar Rp 400 miliar. Dari jumlah ini, sekitar Rp 200 miliar didapat dari dana pinjaman. Untuk meningkatkan PAD, kami memang meminta agar terus menggali potensi yang bisa didapat,” sambungnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler