Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kalau tidak ada panas matahari, akan berpengaruh pada kualitas kedelai. Jika panasnya kurang bagus maka kadelai yang habis dipanen sulit kering. Kondisi ini bisa berdampak pada harga jual karena kadar air kedelai jadi tinggi,” kata Muhtar, petani kedelai di Kecamatan Pulokulon, Sabtu (16/12/2017).

Panas matahari memang sangat diperlukan petani pasca panen. Sebab, setelah dipetik dari sawah, hasil panen kedelai butuh dijemur dulu hingga kering.

Setelah kering maksimal, maka biji kedelai bisa lebih mudah dikeluarkan dari kulitnya atau dipipil. Proses pemipilan bisa dilakukan secara manual atau menggunakan mesin pemipil.

Jika kondisi cuaca kurang panas maka kulit kedelai sulit kering. Kondisi ini terkadang bisa menyebabkan biji kedelai tidak bisa berwarna jernih karena muncul bintik-bintik hitam.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, luas areal kedelai tahun ini sekitar 23 ribu hektar. Sebagian besar areal kedelai ada di Kecamatan Purwodadi dan Pulokulon.
Menurutnya, saat ini, sudah ada sebagian petani kedelai  yang melangsungkan panen. Seperti di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.“Saat ini belum panen raya. Baru beberapa petani yang mulai panen kedelai karena tanamnya memang lebih awal dari petani lainnya. Panen raya sekitar 10 sampai 15 hari lagi,” katanya, Sabtu (16/12/2017).Ia menyatakan, hasil panen kedelai kali ini diperkirakan cukup bagus. Sebab, sejak awal tanam hingga menjelang panen, tidak ada gangguan hama ataupun penyakit.“Hampir semua tanaman kedelai  bagus-bagus. Tidak ada gangguan hama sama sekali. Hanya saja, ketika panen memang kita harapkan cuacanya bisa panas terus. Kalau kondisi cuaca panas maka kualitas kedelai bisa maksimal dan harganya bagus,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler