Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sharing tersebut berasal dari enam Kesatuan pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani. Yakni,  KPH Blora, Cepu, Randublatung, Mantingan, Kebonharjo  dan Ngawi. Sharing produksi kayu tahun 2017 itu diberikan untuk 68 LMDH.

Sharing dari KPH Blora nilaianya berkisar Rp 212 juta yang diberikan untuk 21 LMDH. Kemudian, KPH Cepu sebesar Rp 844 diberikan kepada 17 LMDH, KPH Randublatung sebesar Rp 2 Miliar diberikan kepada 19 LMDH, KPH Kebonharjo sebesar Rp 200 juta diberikan kepada 1 LMDH, KPH Mantingan sebesar Rp 323 juta diberikan kepada 3 LMDH.

”Terakhir dari sharing Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yaitu KPH Ngawi sebesar Rp 5 juta lebih diberikan Kepada 7 LMDH. Total penerima sharing produksi kayu dari Perhutani sebanyak 68 LMDH,” ungkap Administratur Perhutani KPH Blora Rukman Supriatna pada wartawan, Selasa (16/1/2018).

Selain dari produksi kayu, Perhutani KPH Blora juga memberikan sharing dari sektor wisata kepada LMDH Tani Jati Mulya, Desa Kedung Wungu, Kecamatan Todanan sebesar Rp 3,6 juta. Bagi hasil ini didapat dari pengelolaanobyek wisata Kedung Biru didesa tersebut yang dilakukan bersama Perhutani.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan bergaman bibit tanaman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Propinsi jawa Tengah. Yakni, sebanyak 9.450 bergam jenis bibit tanaman hortikultura.Antara lain,durian sebanyak  4. 000 bibit, belimbing madu (900), Jeruk Pamelo (700), Jambu Citra (900), mangga (400), Matoa (400), Rambutan (400), jambu Kristal (1.150) dan Jeruk siam (600).Bantuan tanaman hortikultura diberikan kepada beberapa LMDH yang ada diwilayah Kabupaten Blora yang tersebar di beberapa lokasi. Diantaranya di Kecamatan Tunjungan, Sambong, Todanan Bogorejo dan Randublatung.”Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Hutan memang Perhutani tidak bisa melakukan sendiri. Perlu kerjasama dengan multi stake holder terkait, utamanya Pemerintah daerah Blora sebagai leader karena mempunyai kewenangan Penuh untuk bisa menggerakkan semua lini dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada dalam kawasan hutan,” imbuh Rukman.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler