Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kecelakaan terbaru di ruas jalan antar kecamatan itu terjadi, Sabtu (27/1/2018). Sebuah mobil Suzuki Carry warna merah terperosok parit karena menghindari kendaraan dari arah berlawanan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu.

Dua hari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada ruas jalan tersebut. Sebuah mobil boks terperosok bahu jalan yang ambles ketika dilintasi kendaraan tersebut.

Penyebab kecelakaan hampir sama, yakni mobil mencoba menepi karena ada kendaraan dari arah berlawanan. Namun, tanah bahu jalan kondisinya lembek sehingga roda kendaraan terperosok.

Kecelakaan paling mengerikan di ruas jalan tersebut terjadi di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 16.15 WIB. Peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan puluhan orang dan sepeda motor itu terdapat banyak korban. Yakni, 5 orang dan belasan orang lainnya menderita luka-luka.

“Kondisi jalan raya memang sudah bagus karena dicor beton. Tapi, ruas jalan ini kurang lebar. Hal inilah yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan. Kalau papasan dengan kendaraan besar, salah satunya harus menepi karena jalannya sempit,” kata Sugiyanto, warga Purwodadi yang hampir tiap hari melintasi ruas jalan tersebut.Sementara itu, Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra ketika dimintai komentarnya menyatakan, kecelakaan di ruas jalan Penawangan-Truko disebabkan beberapa faktor. Salah satunya memang kondisi ruas jalan yang dinilai kurang lebar karena ukurannya hanya berkisar 4 meter.Kemudian, bahu jalan disepanjang jalan masih berupa tanah yang kondisinya jadi lembek ketika kena guyuran hujan. Akibatnya, saat ada kendaraan mencoba menepi sering terperosok karena tanah bahu jalan ambles saat dilalui roda.“Hasil evaluasi kami, kondisi jalannya memang kurang lebar dan bahu jalannya rentan ables karena masih berupa tanah. Hal ini sudah kita koordinasikan pada dinas terkait agar jadi perhatian. Minimal, bahu jalan bisa diperkeras dulu, sebelum pelebaran,” katanyaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler