Kakek Sebatang Kara di Gubuk Reyot Grobogan Dapat Bantuan Dinas Sosial
Dani Agus
Kamis, 1 Februari 2018 16:50:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Selain memastikan kondisinya, pihak dinsos juga melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa yang mendampingi kunjungan ke rumah Mbah Sumardi. Sebelum beranjak dari lokasi, bantuan beras dan bahan makanan lainnya diserahkan buat kakek yang tinggal seorang diri di gubug reyot dari bahan bambu tersebut.
Baca: Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Kisah Hidup Kakek 80 Tahun di Grobogan Ini Bikin Nyesek
“Bantuan yang kita berikan pada tahap awal baru berupa bahan makanan. Dalam waktu dekat, akan kita upayakan bantuan lagi pada Mbah Sumardi,” jelas Andung, Kamis (1/2/2018).
Untuk penyaluran bantuan lainnya pada Mbah Sumardi ternyata menemui sedikit kendala. Hal ini terjadi karena Mbah Sumardi saat ini sudah tidak memiliki dokumen kependudukan, seperti KTP dan KK.
“Padahal dokumen ini sangat penting supaya bisa kita masukkan dalam program sosial, kesehatan atau penanggulangan kemiskinan. Kami sudah minta pihak desa dan kecamatan agar membantu menguruskan dokumen kependudukan buat Mbah Sumardi,” katanya.
Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso (tengah) berfoto bersama usai menyerahkan bantuan beras pada Mbah Sumardi (dua dari kiri) warga Dusun Karasan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]Seperti diberitakan, kondisi seorang kekek renta yang tinggal di Dusun Karasan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon membuat iba banyak orang. Soalnya, kakek bernama Sumardi tersebut, saat ini tinggal sendirian di sebuah gubug reyot dari bambu berukuran sekitar 4 x 5 meter.Ironisnya, lahan yang digunakan untuk mendirikan gubug oleh kakek berumur 80 tahun tersebut bukan miliknya sendiri. Namun, tanah pekarangan milik tetangganya yang peduli dengan kondisinya.Rumah gubug itu dulunya sempat dihuni Sumardi bersama ibu serta istrinya. Namun, keduanya sudah meninggal. Akhirnya, Sumardi yang tidak memiliki anak tersebut tinggal sendirian hingga sekarang.Sebelumnya, Sumardi masih mampu bekerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, untuk sekedar makan saat ini, dia hanya mengandalkan kebaikan tetangganya saja karena kondisinya sudah renta. Meski hidupnya berada dibawah garis kemiskinan, namun hingga saat ini, Sumardi mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah.Editor: Supriyadi
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



