Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelumnya, bantaran longsor sudah terdapat di Kecamatan Ngaringan, Wirosari, Kradenan, Pulokulon, dan Tawangharjo. Selain mengancam pemukiman, longsornya bantaran juga membahayakan infrastruktur jalan dan jembatan.

Longsornya bantaran di Dusun Ngrebo itu berdampak pada fondasi atau talud penahan bahu jalan. Secara bertahan, fondasi penahan itu tergerus dan saat ini panjang gerusan sudah berkisar 10 meter.

Jika tidak segera ditangani, longsornya bantaran bisa menyebabkan konstruksi jalan dari cor beton patah. Soalnya, pada titik fondasi yang tergerus, terlihat rongga dibawah bahu jalan.

“Untuk sementara, sebagian ruas jalan pada titik itu kami beri pembatas agar ada kendaraan melintas diatasnya. Hal ini kita lakukan karena jika ada kendaraan berat lewat bisa membahayakan konstruksi jalan,” kata salah satu perangkat Desa Kedungrejo Suprat, Jumat (23/3/2018).

Sebelumnya, ada 13 keluarga yang tinggal disekitar lokasi longsoran. Namun, saat hanya tinggal tujuh keluarga yang masih bertahan. Sedangkan enam keluarga lainnya sudah pindah ke lokasi yang lebih aman.
Suprat menjelaskan, pada awal tahun lalu pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sudah meninjau lokasi longsoran tersebut. Mereka juga sudah mengambil contoh tanah untuk diteliti.”Sampai sekarang, kami tak mengetahui hasilnya. Saat mereka ke sini, kami disarankan untuk membuat proposal langsung ke BBWS Pemali Juana,” katanya.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono mengatakan, saat ini memang banyak laporan adanya tebing maupun bantaran sungai Lusi yang longsor. Selain aset kabupaten, bencana longsor tersebut juga mengancam perumahan warga.”Kami sudah berkirim surat ke BBWS Pemali Juana dan sampai saat ini memang belum ada tindakan penanganan yang signifikan. Untuk badan jalan yang mulai longsor di Dusun Ngrebo, akan segera kami perbaiki dengan dana pemeliharaan,” terangnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler