Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


”Saat ini kegiatan konservasi sudah dilakukan sejak lima hari lalu. Targetnya diselesaikan dalam waktu 10 hari atau lima hari lagi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Jumat (23/3/2018).

Fosil yang ditemukan di tengah areal sawah itu berasal dari potongan tubuh beberapa jenis hewan purba. Antara lain, gajah, banteng, dan buaya. Setelah dilakukan pelebaran kotak eskavasi hingga ukuran 10x12 meter, ditemukan lebih banyak fosil hingga jumlahnya lebih dari 100 biji. Baik ukuran kecil, sedang maupun besar.

Pada bulan September 2017 lalu, semua fosil dalam kotak eskavasi sudah diangkat dari lokasi. Proses pengangkatan semua fosil butuh waktu hingga delapan hari.

Lamanya tenggat waktu pengangkatan itu disebabkan jumlah fosil yang ditemukan cukup banyak. Selain itu, proses pengangkatan juga butuh kehati-hatian dan ketelitian sehingga makan waktu cukup lama.

Sebelum diangkat, terlebih dulu dilakukan proses pembersihan sisa sedimen yang masih menempel pada fosil. Setelah dilakukan beberapa perlakuan, fosil kemudian dituangi cairan kimia polyurethane.

Penggunaan cairan kimia itu bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan pada fosil yang akan diangkat dari lokasi penemuan. Seperti, resiko terjatuh atau kena getaran saat dibawa ke tempat penampungan sementara. Fosil yang terbalut busa akan tetap utuh seperti aslinya.Ketua tim konservasi BPSMP Sangiran Yudha Her Prima menyatakan, konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik. Dalam pengertian yang lain konservasi adalah suatu tindakan pelestarian yang dilakukan dengan cara memelihara, mengawetkan benda cagar budaya dengan teknologi modern sebagai upaya untuk menghambat proses kerusakan dan pelapukan lebih lanjut.”Pada dasarnya kegiatan konservasi bertujuan untuk menjaga keberadaan dan kualitas cagar budaya agar dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang,” jelasnya.Konservasi di Banjarejo dilakukan dengan melakukan pembukaan lapisan pengaman dan pembersihan fosil. Tahap selanjutnya, melapisi fosil dengan pareloid untuk pengerasan dan pengawetan. Untuk fosil yang kondisinya patah akan dilakukan penyambungan. Setelah itu, semua fosil yang sudah dikonservasi akan dicatat dan dimasukkan dalam data base.”Jumlah fosil temuan sangat banyak dan sebagian kondisinya patah-patah. Sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk melakukan konservasi. Namun, dengan waktu 10 hari kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk merampungkan konservasi,” imbuhnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler