Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran Wahyu Widianta menyatakan, sepanjang kegiatan penelitian, ada 100 lebih fosil yang ditemukan dalam berbagai ukuran. Di antara fosil yang ditemukan itu, terdapat fragmen baru yang diindikasikan merupakan beberapa bagian gigi dari jenis babi hutan purba. Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di Dusun Kuwojo, sekitar 300 meter di sebelah utara Museum Lapangan Banjarejo.

Babi hutan itu kita perkirakan hidup satu zaman dengan hewan yang ditemukan di lokasi museum lapangan. Seperti gajah, banteng dan buaya. Perkiraan usia hidupnya 700 ribu hingga 1 juta tahun lalu.

[caption id="attachment_139570" align="aligncenter" width="650"] Hasil dari temuan Tim dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

“Sayang sekali, fosil gigi babi hutan yang berhasil kita temukan jumlahnya hanya beberapa biji saja. Meski begitu, ini jadi temuan penting karena sebelumnya belum ada penemuan bagian tubuh fosil babi hutan tersebut,” kata Wahyu.
Wahyu menyatakan, saat melangsungkan penelitian di Banjarejo bulan Februari 2017 lalu, pihaknya juga menemukan fosil dari jenis hewan baru yang belum ditemukan sebelumnya. Yakni, bagian dari sirip ikan sejenis patin atau lele dengan nama latin Spina Pectorale Siluriformes. Diperkirakan jenis ikan ini dulunya hidup di perairan rawa.Potongan hewan purba ini ukurannya relatif kecil, hampir seukuran kacang tanah. Panjangnya sekitar 3 cm dan lebar 0,7 cm.  Fosil ini ditemukan dalam kotak eskavasi yang bertempat di tegalan Dermo di sebelah utara Dusun Nganggil.Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, hiu dan ikan laut.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler