Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran mobil pikap bermuatan belasan jeriken solar itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Kebakaran itu terjadi saat posisi pikap bernomor polisi F 8635 G tepat berada ditengah jembatan.

Mobil pikap warna biru sebelumnya berjalan dari arah Kecamatan Toroh. Rencananya, sopir kendaraan itu akan mengantarkan muatan solar di lokasi proyek pemasangan gas Pertamina di Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon.

Dari penuturan warga, saat posisi pikap ada ditengah jembatan, mendadak ada kepulan asap. Setelah itu, sopir pikap bernama Makroni, warga Indramayu terlihat keluar untuk mengecek kendaraannya.

[caption id="attachment_140041" align="aligncenter" width="715"] Sebuah mobil pikap bermuatan belasan jerigen solar terbakar di tengah jembatan Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Kamis (5/4/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

Belum sempat tahu apa yang terjadi, kepulan asap langsung membesar dan mulai terlihat kobaran api. Setelah menyulut jeriken berisi bahan bakar, kobaran api langsung membesar.

Selanjutnya, warga meminta sopir pikap untuk lari menyelamatkan diri. Warga yang berada disekitar lokasi kejadian tidak berani melakukan pemadaman karena kondisinya cukup membahayakan. Sekitar dua jam kemudian, kobaran api akhirnya padam dengan sendirinya setelah mobil dan muatannya ludes terbakar.Kades Ngrandah Sistono Budi Saputro ketika dimintai komentarnya menyatakan, kebakaran yang menimpa pikap bermuatan solar juga berdampak pada rusaknya jembatan pada ruas jalan milik kabupaten itu. Meski demikian, pihaknya belum bisa menentukan tingkat kerusakannya karena baru akan melakukan pengecekan.“Ini, saya baru melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya. Kami rencananya akan minta tanggung jawan pada kontraktor proyek pemasangan gas terkait adanya musibah kebakaran. Mengenai penyebab kebakaran masih dalam penanganan Polsek Toroh,” katanya.Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono menyatakan, pihaknya sudah mendapat laporan adanya kebakaran mobil ditengah jembatan itu. Petugasnya sudah diminta turun ke lokasi untuk mengecek kondisi jembatan pasca terjadinya musibah itu.“Informasi kebakaran mobil ditengah jembatan Desa Ngrandah sudah kita tindaklanjuti. Kalau memang ada kerusakan, akan kita mintakan ganti rugi ke Pertamina Gas,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler