Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kondisi jalan menuju Desa Suwatu sekarang sudah jauh berbeda dengan dua tahun lalu. Sebagian besar ruas jalannya sudah mulus setelah dicor beton,” kata Warsito, warga setempat, Sabtu (7/4/2018).

Ucapan terima kasih yang disampaikan warga Desa Suwatu memang bisa dimaklumi. Soalnya, sebelum dilakukan perbaikan, ruas jalan utama menuju desa yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu memang sangat mengenaskan.

Kondisi ruas jalannya masih berupa tanah keras dan tiap musim hujan susah dilalui kendaraan. Tidak hanya kendaraan atau roda empat saja, tetapi sepeda motor pun sulit sekali menembus akses jalan saat musim penghujan.

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, warga juga meminta agar pekerjaan perbaikan jalan menuju Desa Suwatu dari arah Desa Keyongan dituntaskan. Soalnya, saat ini masih tersisa ruas jalan sepanjang 1 km yang belum tercakup perbaikan pada tahun lalu.

“Kami harapkan, ruas jalan yang masih jelek bisa ditangani sekalian. Soalnya, tinggal sedikit lagi, hanya sekitar 1 km,” cetus Sugiman, warga lainnya.
Sementara itu, Sri Sumarni menyatakan, perbaikan infrastruktur jalan memang jadi skala prioritasnya. Sejak dua tahun lalu, sudah banyak ruas jalan milik kabupaten yang diperbaiki.“Perbaikan jalan menuju Desa Suwatu termasuk jadi piroritas. Tahun ini, kita ada alokasi perbaikan ruas jalan Kradenan-Keyongan-Suwatu dengan anggaran Rp 9,6 miliar. Saat ini baru persiapan proses lelang,” katanya.Sri menyatakan, pada tahun 2017 lalu sudah dialokasikan dana sebesar Rp 392 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Selain pinjaman Rp 200 miliar, dana perbaikan jalan juga berasal dari APBD, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan keuangan Provinsi Jateng. Dengan perbaikan itu, bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km.“Perlu diketahui, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Saat ini, jalan yang kondisinya baik baru sekitar 70 persen atau sekitar 600 km. Untuk perbaikan jalan ini butuh dana sangat besar dan kita lakukan secara bertahap,” sambungnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler