Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kedatangan para ahli purbakala di Desa Banjarejo bukan dalam rangka melakukan penelitian lagi seperti beberapa minggu lalu. Kali ini, tim ahli akan melangsungkan pembuatan replika temuan fosil di Dusun Kuwojo yang saat ini dijadikan museum lapangan.

“Kami sudah datang di Banjarejo sejak Jumat kemarin. Kegiatan kali ini difokuskan untuk membuat replika fosil yang ditemukan di Dusun Kuwojo,” ungkap Albertus Nico, selaku Ketua Tim pembuatan replika fosil di Banjarejo, Sabtu (7/4/2018).

Menurut Nico, pembuatan replika direncanakan akan berlangsung selama dua pekan. Namun, dalam kurun waktu tersebut, kemungkinan belum bisa menyelesaikan pembuatan seluruh replika fosil karena jumlahnya sangat banyak.

“Jumlah fosil yang ada di lokasi museum lapangan itu lebih dari 100 biji. Kita prioritaskan bikin replika yang ukurannya besar dulu. Untuk pembuatan replika ini tidak bisa dikerjakan cepat karena butuh perlakuan khusus dan kehati-hatian. Dalam kegiatan ini, kami juga dibantu anggota komunitas peduli fosil Banjarejo,” jelas Nico yang juga bertindak selaku ketua tim saat proses pengangkatan fosil dari lokasi temuan pada bulan September 2017 lalu itu.Ia menjelaskan, setelah selesai dibuat, replika atau tiruan fosil itu nantinya akan ditempatkan di lokasi museum lapangan. Penempatan fosil akan ditata seperti aslinya, saat ditemukan dulu.“Setelah replika dibuat tidak langsung kita tempatkan di museum lapangan. Untuk penempatan replika di lapangan perlu dipersiapkan dulu,” imbuhnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler