Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terjadi saat beberapa pekerja hendak pulang. Sebelum meninggalkan pabrik, salah seorang pekerja melihat ada percikan api di tempat oven pembuatan briket arang.

Melihat kejadian itu, beberapa pekerja bermaksud memadamkan api dengan air yang ada didalam lokasi pabrik. Namun, upaya itu tidak berhasil. Banyaknya barang mudah terbakar yang ada dalam pabrik menyebabkan kobaran api cepat membesar dalam waktu singkat.

[caption id="attachment_140429" align="aligncenter" width="715"] Kebakaran menimpa pabrik briket arang di Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, Blora, Rabu (11/4/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

Tidak lama kemudian, lima mobil damkar Blora tiba dilokasi kejadian. Upaya pemadaman kebakaran juga mendapat dukungan dua mobil suplai air BPBD Blora dan satu mobil pemadam dari pos Damkar Wirosari, Grobogan.
Meski banyak armada damkar yang datang, namun amukan si jago merah tidak mudah dipadamkam. Kebakaran akhirnya baru bisa dihentikan sekitar pukul 20.00 WIB.Kapolsek Kunduran AKP Untung Hariyadi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari pemeriksaan saksi dan penyelidikan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana dalam kebakaran tersebut. Pemicu kebakaran berasal dari kebocoran saluran pipa yang digunakan untuk oven briket arang.“Tidak ada korban dalam kejadian itu. Untuk tafsir kerugian diperkirakan mencapai Rp 1 miliar,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler