Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kawasan wisata alam seluas 3,5 hektare itu lahannya milik Perhutani KPH Gundih. Lokasinya berada di petak 87, RPH Ngroto, BKPH Gundih.

Obyek wisata alam di kawasan hutan pohon kayu putih itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, keberadaannya kurang mengundang minat pengunjung lantaran tidak dikelola dengan baik.

Saat ini, pengelolaan wisata alam dilakukan lebih profesional dengan melibatkan beberapa pihak. Yakni, PT Cindhelaras, Perhutani KPH Gundih dan Lembaga Daerah Masyarakat Hutan (LMDH).

“Konsep kerjasama pengelolaan wisata alam kita siapkan sejak tiga bulan lalu. Kita harapkan, setelah dikelola dengan baik, keberadaan wisata alam ini bisa membawa dampak positif. Yakni, makin ramai pengunjung dan menambah pendapatan masyarakat sekitar kawasan wisata,” jelas Administratur KPH Gundih Sudaryana.

Manajer PT Cindhelaras Jumadi menyatakan, sebelum wisata alam itu dilaunching pihaknya terlebih dulu melakukan penataan kawasan. Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga dibuat dilokasi wisata.
Saat ini, sudah ada fasilitas permainan treetop untuk anak dan dewasa. Kemudian, spot selfie pengunjung sebanyak 13 titik, foodcourt, toilet, dan camping ground.“Fasilitas yang ada baru sebatas ini dan akan terus kita lengkapi. Mudah-mudahan, adanya fasilitas ini bisa mengundang daya tarik pengunjung. Untuk pengunjung yang datang kita kenakan tiket masuknya hanya Rp 3 ribu saja,” katanya.Asisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi pengelolaan wisata alam milik KPH Gundih tersebut. Pemkan nantinya akan berupaya memberikan dukungan. Salah satunya dengan membantu keluhan pengunjung soal kondisi jalan menuju lokasi sepanjang 1 kilometer yang kondisinya masih berupa batu padas.“Kita lihat dulu status jalan yang masih agak rusak itu milik siapa. Insya Alloh akan kita bantu untuk perbaikan jalannya. Bisa juga nanti akan kita dukung dengan menambah fasilitas yang lain,” ungkapnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler